Submitted by LiSan on Fri, 09/14/2007 - 00:00.
Kejadian alam menunjukkan efek pemanasan global datangnya lebih cepat dari perkiraan para ahli lingkungan, antara lain:
- Es mencari lebih cepat di kawasan Antartika dan Greenland (pulau di Samudera Atlantik).
- Frekuensi terjadinya badai dengan kekuatan sangat besar makin sering terjadi. Beberapa contohnya adalah badai yang terjadi di Florida, Karibia dan Oman, Iran yang menewaskan puluhan orang termasuk bangunan sentral di kota tersebut.
- Sumber dari Inter-Governmental Panel On Climate Change (IPCC) mengatakan bahwa peningkatan konsentrasi Co2 meningkat sampai dua kali lipat. Keadaan ini menyebabkan peningkatan temperatur udara rata-rata sebesar 3 sampai 4,2 derajat Celsius.
- Dampak lain yang terjadi akibat pemanasan global adalah curah hujan yang tidak menentu. Menurut sumber dari kantor berita Antara, di Indonesia curah hujan beberapa tahun ini turun rata-rata 2-3% per tahun.
(Sumber : Cosmopolitan Magazine)
- Es mencari lebih cepat di kawasan Antartika dan Greenland (pulau di Samudera Atlantik).
- Frekuensi terjadinya badai dengan kekuatan sangat besar makin sering terjadi. Beberapa contohnya adalah badai yang terjadi di Florida, Karibia dan Oman, Iran yang menewaskan puluhan orang termasuk bangunan sentral di kota tersebut.
- Sumber dari Inter-Governmental Panel On Climate Change (IPCC) mengatakan bahwa peningkatan konsentrasi Co2 meningkat sampai dua kali lipat. Keadaan ini menyebabkan peningkatan temperatur udara rata-rata sebesar 3 sampai 4,2 derajat Celsius.
- Dampak lain yang terjadi akibat pemanasan global adalah curah hujan yang tidak menentu. Menurut sumber dari kantor berita Antara, di Indonesia curah hujan beberapa tahun ini turun rata-rata 2-3% per tahun.
(Sumber : Cosmopolitan Magazine)
Tags:

